KULIAH 1 – DASAR-DASAR BISNIS
/ KEWIRAUSAHAAN – PARADIGMA BISNIS
·
Entrepreneurship
is the process of creating something different with value by devoting the
necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and
social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal
satisfaction and independence
·
Kewirausahaan
adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan
kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta
kebebasan pribadi
Dalam Instruksi
Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan
Nasional memasyarakatkan Kewirausahaan, dikemukakan bahwa :
·
Kewirausahaan
adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan
cara kerja, teknologi dn produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang
lebih besar
Perlu ditegaskan,
pelaku kewirausahaan bukan hanya pebisnis, melainkan mencakup semua profesi
yang didasari jiwa Wirausaha atau Entrepreneur. Ir. Ciputra – pengusaha,
membagi Wirausaha menjadi 4 kelompok yang dimodifikasi urutannya sehingga
dihimpun dalam akronim BAGS, yaitu :
1.
Business
Entrepreneur
·
Owner
Entrepreneur : Pencipta dan Pemilik
bisnis. Contoh : Bill Gates
·
Professional
Entrepreneur : Orang-orang yang memiliki
daya Wirausaha namun mempraktekkannya di perusahaan milik orang lain. Walaupun
merupakan orang gajian, tetapi pola pikir tetap seperti Entrepreneur sejati.
Contoh : President Director perusahaan-perusahaan terkemuka
2.
Academic
Entrepreneur
§ Akademisi yang mengajar di lembaga pendidikan
atau mengelola lembaga pendidikan dengan pola dan gaya Entrepreneur sambil
tetap menjaga tujuan mulia pendidikan
3.
Government
Entrepreneur
§ Seseorang atau sekelompok orang yang memimpin
serta mengelola lembaga negara atau instansi pemerintahan dengan jiwa dan
kecakapan wirausaha. Contoh : Lee Kuan Yeuw
4.
Social
Entrepreneur
§ Pendiri dan pengelola organisasi-organisasi
sosial yang berhasil menghimpun dana masyarakat untuk melaksanakan tugas-tugas
sosial
·
Jika akan
melakukan sesuatu harus mempunyai pola, agar langkah-langkah yang dilaksanakan
tepat, demikian halnya dalam bisnis, tentu harus ada polanya minimal pola pikir
(Paradigma)
·
Paradigma
Bisnis adalah, alur yang sudah terpikirkan sebelum melakukan kegiatan bisnis,
sehingga ketika melaksanakan bisnis bisa berjalan tepat, efektif dan efisien
·
Untuk
menjadi seorang pebisnis, setiap orang harus kreatif untuk membuat produk dalam
suatu sistem produksi yang mapan. Kemudian mampu memasarkannya dengan orientasi
kesesuaian “nilai” yang dikehendaki oleh konsumen atau pelanggan. Dengan
demikian, setiap pebisnis harus memiliki sikap dan perilaku yang antisipatif
·
Ketika
kita melakukan langkah-langkah yang terdapat di dalam paradigma bisnis,
sesungguhnya kita telah melaksanakan hal tersebut. Selanjutnya tentu saja tidak
boleh berhenti, tetapi langsung ditindak-lanjuti dengan mengembangkannya

·
Bisnis
akan berjalan lebih baik manakala pebisnisnya memiliki jiwa Entrepreneur atau
semangat Wirausaha. Untuk membangun jiwa Wirausaha dapat dilakukan dengan cara
mempelajari makna kewirausahaan (Entrepreneurship) dan berusaha memiliki
karakteristik Entrepreneur.

No comments:
Post a Comment